Jika Aku Menjadi Pemimpin

Seperti gambar di samping yaitu sebuah penunjuk arah jalan, seperti itulah harapan

 saya jika menjadi pemimpin. Saya ingin menjadi penunjuk arah bagi orang-orang yang saya pimpin, sehingga kami memiliki satu tujuan yang sama dalam bekerja. Karena jika kita memiliki tujuan yang sama dan jelas, maka untuk mencapai tujuan itu akan semakin mudah.

Selain menjadi pemimpin yang dapat menunjukan arah tujuan, saya juga ingin menjadi panutan untuk orang-orang yang saya pimpin. Karena menurut saya pemimpin adalah cermin untuk anggota. Artinya bahwa pemimpin adalah sosok yang ditiru oleh anggotanya. Contohnya saja, jika pemimpin tersebut malas dan masuk kerja sering telat, maka tidak heran jika ada anggotanya yang bermalas-malasan. Oleh karena itu, menjadi pemimpin haruslah bisa menjadi panutan untuk anggotanya. Memberi contoh yang baik, disiplin dan tanggung jawab. Jika pemimpin sudah bisa menjadi panutan, maka anggotannya akan secara langsung maupun tidak langsung akan mengikutinya.

Nah, ini dia salah satu pemimpin di Indonesia yang saya kagumi. Pemimpin yang rendah hati dan merakyat. Jokowi, Gubernur DKI Jakarta. Saya mengagumi beliau karena dibalik jabatannya sebagai seorang pemimpin, tidak terlihat gaya elit yang biasanya dapat kita lihat pada pemimpin-pemimpin lainnya. Itulah yang ingin saya terapkan jika saya menjadi seorang pemimpin.

Sifat rendah hati dan merakyat menginspirasi saya untuk tidak membawa posisi pemimpin saat kita berkomunikasi dengan anggota. Karena dengan kita menganggap diri kita sejajar dengan anggota kita, kita akan lebih mudah memahami apa yang diinginkan oleh anggota, apa yang mereka butuhkan dan ide apa saja yang mereka temukan. Hal ini akan mudah tercapai jika kita dapat memposisikan diri kita sebagai teman oleh anggota kita.

Dengan sifat-sifat diatas, kita akan mendapatkan kekuasaan yang semestinya. Kekuasaan sangat dibutuhkan dalam memimpin suatu organisasi demi mencapai tujuan bersama. Dengan kekuasaan kita dapat mengontrol anggota dalam organisasi itu sendiri agar tidak keluar dari tujuan bersama. Kekuasaan yang saya harapkan jika saya menjadi pemimpin adalah Expert Power. Kenapa ? Expert Power adalah kekuasaan atas dasar pengaruh karena kemampuan atau pengetahuan spesialis. Saya tidak ingin memiliki kekuasaan karena ditakuti, saya ingin memiliki kekuasaan karena kemampuan yang saya miliki. Dengan begitu saya tidak akan menyalahgunakan kekuasaan dengan tidak semestinya.

Bisa dibilang bahwa saya menginginkan gaya kempemimpinan yang berorientasi kepada kedekatan karyawan. Achievement-oriented leader adalah menetapkan tujuan dan mengharapkan performa dari bawahan untuk mencapainya. Hal ini terjadi karena saya menginginkan apapun tujuan organisasinya, kita sebagai penggerak harus bisa mencapainya. Karena menurut saya suatu pemimpin akan sia-sia jika tidak bisa mencapai tujuan suatu organisasi yang dipimpin.

About these ads

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: