CRM vs SCM

untuk kali ini, kita akan membahas 2 pertanyaan di bawah ini

1. Compare Customer Relationship Management (CRM) and SCM. How are they similar? Howare they different? Where do they interact? In answering, consider the kinds of technologies used in each.

SCM (Supply Chain Management) dan CRM (Customer Relationhip Management) adalah software yang  membantu proses bisnis dalam dalam sebuah perusahaan di area yang berbeda.

CRM membantu mengelola informasi yang didapat dari pelanggan secara efisien. SCM membantu dalam mengurus penyimpanan dan pergerakkan bahan baku, memanajemen persediaan dan pengiriman bahan jadi ke costumer.

CRM mencakup pengelolahan proses penjualan, dimulai dari leads, opportunity dan tasks. CRM juga dapat mencakup perkiraan, quoting dan memanajemen costumer order.

SCM mencakup pembelian, manufaktur, distribusi, pergudangan dan manajemen customer order. Dapat dibilang CRM merupakan bagian dari SCM.

Perbedaan :

Personil SCM memastikan bahwa semua departemen dalam bisnis mendapatkan bahan baku yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, sementara personil CRM berurusan dengan pelanggan untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan dan layanan yang mereka butuhkan. Personel SCM bekerja dengan vendor, sedangkan personil CRM bekerja dengan pelanggan.

Kesamaan :

Kedua CRM dan SCM dapat memberikan manfaat yang sama dalam hal mengurangi biaya yang dapat dikeluarkan oleh perusahaan, menaikkan pendapatan agar lebih tinggi dan strategi peningkatan dan pengukuran kinerja.

Data yang dibutuhkan :

SCM sering menerima data penting dari sistem ERP atau sistem CRM. Banyak perusahaan memilih untuk memberi data SCM melalui sistem warisan. Tapi, jika perusahaan tersebut memiliki beberapa pusat distribusi dan sistem pengiriman yang kompleks, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan sistem ERP secara bersamaan. CRM mengambil data input dan menciptakan alur kerja berdasarkan historis dari suatu bisnis. Keberhasilan CRM terletak pada frekuensi entri data, semakin update akan semakin baik.

Penerapan :

CRM akan membantu mengumpulkan informasi penting dan memberikan berbagai laporan tentang kecenderungan pelanggan. SCM akan memberikan data operasi logistik secara kompleks dan beberapa pusat distribusi.

Personil :

CRM memungkinkan tenaga penjualan untuk melakukan penjualan lebih banyak, membuat banyak penawaran dan menghabiskan banyak waktu dalam mengembangkan taktik dan strategi yang inovatif. SCM dapat mempengaruhi kinerja beberapa divisi, mulai dari pembeli, perencara, pramuniaga, operator pergudangan dan banyak lagi. Setiap kelompok mendapatkan manfaat yang berbeda, tetapi setiap orang diuntungkan dengan mampu melakukan pekerjaannya dengan cara yang lebih produktif.

Lingkup :

CRM fokus pada proses penjualan, tapi dapat mempengaruhi management order, perkiraan/estimating, quoting dan  inventory management. SCM dapat diterapkan pada seluruh rantai pasokan, termasuk pembelian, manufaktur, distribusi, management order, estimating, quoting, dan layanan lapangan/ field services. CRM sering terintegrasi dengan SCM agar dapat berfungsi dengan baik dan untuk menghindari pengulangan pekerjaan yang sama.

Penerapan Sumber Daya dan Waktu :

CRM bekerja dengan sumber daya yang sedikit dan waktu yang kurang dari SCM. Hal ini dikarenakan CRM cenderung hanya mempengaruhi satu kelompok saja, yaitu penjualan. Sedangkan SCM memerlukan waktu dan sumber daya lebih banyak karena mempengaruhi banyak kelompok yang terkait. SCM mencakup proses bisnis yang lebih besar dibandingkan dengan CRM.

2. Assume you are the marketing manager for a large consumer products company, such as Procter & Gamble.You need to launch a new marketing campaign. How can you convince your company of the value of using CRM to help with this campaign? What type of CRM system would you choose for your company?

Saya akan meyakinkan perusahaan dengan memberikan pemahaman mengenai manfaat-manfaat yang diberikan oleh CRM. Apa Manfaat CRM ??

1. Memberikan identifikasi detail mengenai customer

2. customer oriented

3. Memberikan analisa kebutuhan dan kemauan dari sudut pandang customer

4. Menyediakan dukungan pelanggan yang lebih detail

5. Memberikan keluhan dan komplain dari customer

6. Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan

7. Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.

Tipe CRM yang akan saya pilih adalah “Strategic”. Why ?

Karena mengingat perusahaan ini adalah perusahaan besar yang sudah memiliki nama, pasar dan banyak pelanggan, maka yang dibutuhkan saat ini adalah tipe CRM yang dapat mempertahankan pelanggan agar tidak pindah ke produk perusahaan lain.

Maka CRM yang harusnya digunakan adalah CRM dengan tipe Strategic. Tipe Strategic adalah tipe  strategi yang menggunakan bisnis customer-centric dengan memiliki target memenangkan dan mempertahankan konsumen pentingnya. Bisnis customer-centric dapat berjalan dengan cara menciptakan dan memberikan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kompetitor. Dalam budaya seperti costumer-centric, umumnya sumber daya yang ada akan ditempatkan pada posisi yang paling meningkatkan nilai konsumen, seperti menerapkan sistem reward untuk mendorong perilaku pegawai yang akan meningkatkan kepuasan pelanggan, selain itu, informasi mengenai konsumen juga dikumpulkan, dibagikan dan diterapkan dalam bisnis.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: