Kehidupan Beragama di Indonesia

Kehidupan Beragama di Indonesia

Chintiya Zein Sakti / 321110009
321110009@machung.ac.id

Universitas Ma Chung

Di Indonesia yang kaya akan keberagaman adat,suku dan budaya ini tentunya memiliki toleransi beragama yang sangatlah tinggikarena Indonesia sendiri adalah negara yang mempercayai adanya Tuhan. Terbukti dengan adanya sila Pancasila yang pertama, yaitu “Tuhan Yang Maha Esa”. UUD 1945 menegaskan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Terlihat bahwa Indonesia sangat menghargai keberagaman dalam beragama. Indonesia memberi hak pada tiap masyarakat untuk menganut agama yang diinginkan. Dan Indonesiapun menganjurkan pada setiap masyarakatnya untuk saling menghormati terlebih dalam masalah beribadah.

Untuk saat ini, Berdasarkan Penjelasan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1, “Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius)”. Sebelum masuk era reformasi, tepatnya saat masa pemerintahan presiden Soeharto, agama Khonghucu masi belum diakui secara resmi. Kebebasan agama ini sendiri masih kurang diperhatikan. Adanya pelarangan untuk mengadakan acara-acara keagamaan, kegiatan kesenian, pembagunan tempat ibadah secara terbuka. Namun sekarang Khonghucu telah mendapatkan pengakuan secara resmi. Ini semua dapat memperlihatkan bukti keberagaman beragama di Indonesia.

Hal lain yang dapat dijadikan contoh dalam keberagaman beragama di Indonesia adalah banyaknya bermunculan organisasi maupun aliran-aliran dari beberapa agama. Aliran atau organisasi ini ada yang mendapatkan pertentangan ada pula yang mendapatkan persetujuan. Hal ini terjadi karena masi menjadi perdebatan tentang sesat atau bukan aliran tersebut. Pperbedaan yang ada saat ini masih sering dijadikan sebagai alasan untuk memecah belah nilai-nilai keagaman dari agama itu sendiri. Masyarakat disaat ini dirasa kurang menghargai perbedaan dan kebebasan beragama.

Pada era modern sekarang ini, masih ada orang yang melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk memeluk agama tertentu.padahal kita tahu bahwa UUD 1945 melindungi hak dasar yang dimiliki manusia sejak lahir atau yang biasa disebut hak asasi manusia yang dijelaskan dalam pasal 29 ayat 2. Namun sampai sekarang pemaksaan agama masih sering kita jumpai di Indonesia ini.

Parahnya lagi banyaknya terjadi kekerasan yang dilakukan antar agama. Penyerangan ini dilakukan oleh suatu aliran agama. Masih banyaknya orang Indonesia yang masih menganut faham fanatisme sempit yaitu  dimana hanya suatu golongan yang menganggap golongon mereka sendiri yang paling benar, tanpa memperdulikan golongan lain.

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: