Resume MRP – OpenERP (Warehouse)

Open ERP Stock Management

Manajemen stok pada OpenERP dianggap sangat sederhana, fleksibel dan lengkap. Berdasarkan pada konsep atau modul “double entry” yang merevolusi akuntansi (sistem debit dan kredit yang harus bernilai sama). Dalam OpenERP tidak berbicara penggunaan atau kehilangan produk, tapi sebaliknya berbicara mengenai stok yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Seperti halnya yang terjadi di akuntansi, sistem OpenERP mengelola partner(supplier maupun customer) untuk setiap kegiatan utama seperti penerimaan barang dari supplier, pengiriman ke customer, keuntungan dan kerugian dari persediaan, dan konsumsi bahan baku. Pergerakan stok selalu dibuat dari satu lokasi ke lokasi lain. Untuk memenuhi kebutuhan partner untuk setiap pergerakan stok, OpenERP ini mendukung berbagai jenis lokasi stok:

  1. Physical stock locations : lokasi ini merupakan gudang yang dimiliki perusahaan pengguna OpenERP.
  2. Partner locations : merupakan stok barang customer atau supplier. Penerimaan dari supplier dapat ditunjukkan oleh pergerakan barang dari partner locations ke physical locations. Partner locations (supplier) biasanya menunjukkan stok negatif(-) dan lokasi customer biasanya menunjukkan stok positif(+).
  3. Virtual locations : digunakan untuk produksi yang ada dalam proses manufaktur. Manufaktur ditandai dengan konsumsi bahan baku dan produksi produk jadi.

Double-Entry Stock Management

Contoh pertama adalah proses stok dari supplier ke gudang perusahaan. Misalnya kita memesan 600 komputer dari supplier, OpenERP akan melakukan operasi seperti pada tabel dibawah ini pada penerimaan produk:

Lokasi Produk
Partner Locations > Suppliers > Apple -600 Komputer
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok +600 Komputer

Proses selanjutnya adalah perpindahan stok ke customer, misalnya jika mengirimkan 450 komputer untuk FST(customer). Proses yang terjadi:

Lokasi Produk
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok -450 Komputer
Partner Locations > Customer > FST +450 Komputer

Maka hasil dari keseluruhan proses diatas adalah :

Lokasi Produk
Partner Locations > Suppliers > Apple -600 Komputer
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok +150 Komputer
Partner Locations > Customer > FST +450 Komputer

Virtual locations dilakukan jika ada kerusakan atau kehilangan barang, misalkan ada 140 komputer di stok nyata yang ada di gudang, tapi pada data OpenERP sebelumnya stok menunjukkan ada 150 komputer. Dalam hal ini, kita harus mengurangi jumlah di OpenERP ke 140 dan 10 unit dianggap sebagai kerugian atau kerusakan produk. Koreksi dilakukan seperti dalam operasi berikut:

Lokasi Produk
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok -10 Komputer
Virtual Locations > Inventory Loss +10 Komputer

Dan hasil keseluruhan data diatas, akan berubah seperti dibawah ini :

Lokasi Produk
Partner Locations > Suppliers > Apple -600 Komputer
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok +140 Komputer
Partner Locations > Customer > FST +450 Komputer
Virtual Locations > Inventory Loss +10 Komputer

Selanjutnya, kita akan mencoba untuk melihat bagaimana proses manufaktur terjadi pada OpenERP. Misalnya untuk membuat komputer, diperlukan 1 layar dan 1 keyboard. Proses akan melakukan pengurangan 1 layar dan 1 keyboard dari stok nyata dan melakukan penambahan komputer sebagai hasil produksi. Prosesnya sebagai berikut :

Lokasi Produk Step
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok -1 Layar Consumption of raw materials
Virtual Locations > Production +1 Layar Consumption of raw materials
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok -1 Keyboard Consumption of raw materials
Virtual Locations > Production +1 Keyboard Consumption of raw materials
Virtual Locations > Production -1 Komputer Manufacture of finished products
Physical Locations > Universitas Ma Chung > Stok +1 Komputer Manufacture of finished products

Warehouse

Warehouse/gudang dibangun untuk physical locations yaitu tempat di mana suatu perusahaan dapat memberikan barang kepada customer, dan tempat untuk menerima bahan baku dari supplier.

Automatic Procurement

Beberapa metode otomatis untuk menentukan pengadaan barang dapat dilakukan OpenERP dengan cara dibawah ini :

  1. Alur kerja yang digunakan oleh produk yang memiliki metode pengadaan Make to Order
  2. Menggunakan aturan stok minimum untuk produk Make to Stock
  3. Menggunakan jadwal produksi induk untuk produk Make to Stock

Pengadaan barang juga dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :

  1. External : barang dibeli dari luar perusahaan, misalnya supplier.
  2. Internal : barang dihasilkan sendiri oleh perusahaan (internal resources), misalnya barang setengah jadi.

Stock

Dalam hal ini, dua bidang penting dalam stok produk adalah:

  1. Real Stock : Quantity produk secara fisik yang ada di gudang
  2. Virtual Stock : jumlah yang dihasilkan dari Real Stock  – outgoing + incoming

Lead Times and Locations

Ada tiga macam Lead Times and Locations yang tersedia:

  1. Customer Lead Time : lead time yang dijanjikan kepada pelanggan, dinyatakan dalam jumlah hari antara pesanan dan pengiriman ke pelanggan.
  2. Manufacturing Lead Time : lead time dalam beberapa hari, antara order produksi dan akhir produksi produk jadi.
  3. Warranty (months) : lamanya waktu dalam bulan untuk garansi dari produk yang dikirim.

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: